BERJUANG MELAWAN TIONGKOK

BERJUANG MELAWAN TIONGKOK

Setelah membaca berita Jawa Pos hari Rabu kemarin, disebutkan bahwasannya salah satu langkah pemerintah yang mana pada saat itu diucapkan oleh menteri perdagangan, dalam menghadapai persaingan barang Tiongkok kita harus menerapkan konsep join with him. Artinya Indonesia memberikan kesempatan bagi pengusaha tiongkok untuk mengembangkan industrinya di Indonesia. Itulah win-win solution yang ditawrkan pemerintah dalam menghadapai arus globalisasi yang semkain “ganas” ini.

Apabila kebijakan tersebut benar-benar disahkan, maka secara tidak langsung industri di Indonesia akan “redup” secara perlahan-lahan. Adanya barang Tiongkok yang harganya lebih murah dari barang dalam negeri, membuat masyarakat lebih memilihnya. Produk industri kita akan kalah dengan mereka karena beberapa alasan di atas. Mereka bebas membuat, mengembangkan, dan menyebarluaskan hasil produksinya di negeri kita. Barang yang leih murah tersebut tak bisa dipungkiri lagi kalau masayrakat lebih memilihnya. Dan yang lebih parah lagi industri dalam negeri akan kalah bersaing dan nantinya akan gulung tikar. Fenomena ini akan sesuai dengan hukum rimba; barang siapa yang menang maka dialah yang berkuasa. Bayangkan kalau Negara kita dikuasai oleh mereka ?

Oeh karena itu, menurut saya kebijakan tersebut harus dikaji ulang kembali. Akan lebih baik kalau kebijakan itu dirubah dengan memajukan dan mengembanghkan sector industri dalam negeri sendiri. Yakni dengan cara bagaimana industri kita bisa menyainginya. Dengan memanfaatkan SDM masayrakat Indonesia yang sungguh-sungguh, memberikan perhatian penuh terhapad industri berkembang, dan memanggil dan memanfaatkan para pengusaha dan alumni-alumni perguruan tinggi, masalah diatas dapat teratasi sedikit demi sedikit. Karena sesunguhnya orang-orang yang saya sebutkan di atas siap berjuang demi perkembangan negeri tercinta ini.

Akhir kata, kalau dulu waktu penjajahan kita melawan dengan perang badan dan senjata, sekarang dalam dunia globalisasi kita perang dengan otak dan ilmu pengetahuan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s