I MISS YOU AWAL DARI LAMANYA BERDIAM ……..

I MISS YOU
AWAL DARI LAMANYA BERDIAM ……..

Malam mencekam, hanya meninggalkan belaian luapan kasar angin yang hilir mudik menggelitik riang, ya….aku merasakan, hawa seperti biasa, bosan ! ….. aku selalu sendiri dalam keheningan.
Tahukah dia? aku merindukanya, rindu sapanya, belaianya, cumbuan mesranya, luapan kasihnya. Oh tuhan …. Sampaikan salamku kepadanya. Sadarkah dia lupa atas janjinya….? Janji untuk tetap setia untuk selalu bersama, dia bilang….. akulah yang sanggup hangatkan dia disaat dia terjebak salju. Sekarang…..mana janji-janji itu dulu? oh… kemanakah larinya ungkapan semua itu, kini bahkan aku diasingkan, melirik saja tidak ! apalagi meluapkan rasa.
Malam ini, aku menangis sekeras mungkin, tangisan yang sama. Mungkin yang disampingku hanya bisa turut serta merasakan, tapi… biarpun tangisanku memecah keheningan. Tak bakalan ada satupun yang mendengar, itu tak mungkin ….mustahil !
Oh.… angin sampaikan salamku padanya aku merindukannya, akankah dia juga merindukanku? semoga iya! Oh Tuhan…. aku ingin dia tahu isi hatiku. Ssst…. lihat, kini ia berjalan mendekatiku, oh Tuhan …. dia menyentuhku, membelai lembut tubuhku, seandainya ia tahu, aku rindukan tangan itu.
Eit tidak ! karena ia mendadak diam. Sudah bosankah ia pada diriku ? sepertinya ia tak lagi butuh aku, padahal aku ingin berdua lagi dengannya seperti hari lalu, oh…. Sungguh romantisnya kenangan itu.
Kenapa ia enggan lagi menyentuhku, karena siapa? Seandainya aku tahu, karena siapa dia enggan bicara padaku, pasti aku siap menjadikanya musuh sampai habis nyawaku.
Lebih baik, aku lari saja malam ini, aku tak lagi tercipta di dunia ini, dari pada aku harus melihat kekasihku duduk termangu, sedih…. menangis, tanpa mau menyentuhku lagi tak luapkan hatinya yang mungkin menderu biru, apa gerangan yang terjadi padanya?
November, … Desember… Januari…. Februari … Maret… April, tak mungkin…. enam bulan adalah waktu perpisahan panjang yang menyiksa antara sepasang kekasih, aku dan dia. Sadarkan dia aku ingin lagi kembali mesra dengan-nya ?
Betah sekali rasanya dia mendiami aku, apa salahku ? ingatkah dia…. mana balas budi itu? ….karena akulah dia bahagia , dia punya nama, karena aku juga dia berkarya, dan karena aku pula dia pernah menjadi jawara, bahkan orang menganggapnya ada.
Tunggu aku tidak boleh berperasangka buruk padanya, lihatlah…. ada lagi yang mendekatiku, kali ini semoga dia tidak mengecewakan aku. Aha…. dia ternyata tersenyum padaku, tapi aneh…. Dia malah terbengong menatap kosong diriku. Tapi sudahlah, yang penting dia membelaiku, medekat…. dan terus mendekatiku. Akhirnya …..wah….! aku menjadi hidup lagi.
Lho…. Kenapa dia menangis, seandaianya ia tahu aku tak suka kesedihan itu. Air matanya menjatuhi aku yang masih tetap membisu, lagi-lagi aneh ! kenapa dia tersenyum dibalik tangisan itu, belaiannya semakin lembut, aku merasakanya. Aku tak sabar apa yang akan dikatakannya, luapan emosi apa yang akan terlontar dari hatinya, cepat katakan…… aku penasaran, menunggu setelah sekian lama ta’ mendengar keluh kesahmu. Teruslah kekasihku…. Jangan lepaskan aku.
Yap! Berhasil …. Kau telah gerakkan aku di kertas yang bisu … I MISS “U”
Aku mengejanya dengan jelas, yah…… sungguh senangnya kau menulis untaian kata kerinduan, tapi ter-untuk siapakah kejujuran itu sayangku ? apakah untuk diriku yang juga merindukanmu ? jika itu untukku aku akan menyambutmu, aku janji akan setia selamanya pada dirimu…. Sampai harumkan namamu ke penjuru dunia.
Akhirnya kita bersatu lagi, wahai cinta nyataku, jika kau sudah kembali menyentuhku, ta’ ada satupun makhluk yang sanggup pisahkan kau dan aku, karena kau dan aku akan berjuang menuju kesuksesan !!! aku akan katakan sekali lagi pada dunia, bahwa aku mencintaimu seperti halnya dulu kau pernah bilang kalau cintai aku.
Terima kasih….kau mau menjadi sahabat setiaku … kekasih hatiku
Terima kasih ….. kau mau lagi melirikku, bahkan menyentuhku
Terima kasih …. Kau mau lagi berbagi denganku dan berjuang bersamaku
Oh…. Beruntung aku jadi sebagian hidupmu, bangga telah tercipta tuk temanimu, meski aku hanyalah sebuah benda bisu, tapi ingat…. Aku mampu mendengar gerak hatimu maka dari itu aku tak selamanya membisu. Sekali lagi aku ucap, aku bangga jadi bagian dari hidupmu, walau aku hanyalah sebuah pena …. PENA yang semu!…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s