PEMBERDAYAAN GENDER MULTIKULTURAL

PEMBERDAYAAN GENDER MULTIKULTURAL

Secara definitif multikultural adalah kebijakan dalam praktek pendidikan dalam mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, dan kelas. Sikap yang ditimbulkan adalah memandang keunikan manusia tanpa membedakan ras, budaya, kelamin, kondisi jasmaniyah dan status ekonomi seseorang.
Pendidikan multikultural di definisikan juga sebagai sebuah kebijakan sosial yang didasarkan pada prinsip-prinsip pemeliharaan budaya dan saling memiliki rasa hormat antara seluruh kelompok budaya di dalam masyarakat. Pembelajaran multikultural pada dasarnya merupakan program pendidikan bangsa agar komunitas multikultural dapat berpartisipasi dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang ideal bagi bangsanya.
Pendidikan politik bagi perempuan juga terbilang penting, melihat potensi pembangunan secara struktural bertitik tolak dari pemberdayaan perempuan. Sayangnya apa yang dilakukan organisasi perempuan masih bersifat insidentil di meja diskusi dan dialog politik semata. Tujuan pendidikan secara umum terkadang pada kenyataanya hanya sekedar memberi kesadaran bagi perempuan sebagai simpatisan pemilih.
Data ini bisa kita lihat dari keterwakilan perempuan di pusat kekuasaan dan pengambilan keputusan di Indonesia belum menunjukan keterbukaan politik bagi perempuan. Data tahun 2010 menunjukkan keterwakilan perempuan di MPR 8.06 % , DPR 8.08 %, MA 14.89 %, BPK 0 % dan DPA 4,44 %.
Menurut hirarki peran atau pertisipasi politik melalui pendidikan politik kepada naggota dan masyarakat. Perempuan yang hanya menghasilkan partisipasi memberikan suara pada waktu pemilu atau Pilkada, misalnya adalah bentuk peran politik pada tingkat yang paling rendah. Padahal pendidikan politik suatu sisi dapat juga dikatakan sebagai sosialisasi politik, hasil sosiaslisaisi politik ini adalah adanya rangsangan politik yang kemudian akan memunculkan partisipasi politik itu sendiri.
Untuk meningkatkan efektifitas pemberdayaan perempuan kiranya usaha yang bisa dilakukan dalam menumbuhkan kepekaan perempuan di bidang politik antara lain:
1.Mengadakan pelatihan terkait penumbuhan simpati kaum perempuan dalam bidang poltik.
2.Mengorganisasikan berbagai pertemuan yang nyaman bagi perempuan dan mendorong mereka untuk mebawa anak-anaknya sehingga lebih banyak perempuan yang dapat hadir.
3.Menyediakan kesempatan bagi pertemuan khusus bagi perempuan agar mereka dapat membicarakan berbagai isu yang penting bagi mereka dengan tanpa kehadiran laki-laki.
4.Memasukkan kegiatan khusus dalam sosialisasi dan perencanaan yang membantu baik perempuan maupun laki-laki dalam menganalisis dan membicarakan peran gender.
5.Mensyaratkan kehadiran perempuan dalam pertemuan-pertemuan.
6.Perempuan di dalam komite-komite atau sebagai fasilitator. Melalui berbagai kuota dan target, hal ini bisa membantu menetrelisasikan dan mempermudah kaum perempuan untuk menghadiri pertemuan dan berpartsisipasi dalam berbagai aktifitas.
Pentas global dengan mudahnya akses informasi dan transportasi memberikan nuansa kebersamaan dan universalitas nilai kemanusiaan. Dengan menetapkan kesadaran terhadap nilai demokrasi kerakyatan dan dtopang dengan daya cipta loyalitas atas isu kesetaraan gender, sosialisasi kesetaraan gender setidaknya berpeluang menetapkan sistem berdemokrasi ala lingkungan setempat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s