Karya Ilmiah Sebaiknya Bergaya Cerita

Karya Ilmiah Sebaiknya Bergaya Cerita

Kamis, 7 Oktober 2010 | 20:53 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Karya-karya ilmiah ada baiknya perlu disajikan dalam wujud tulisan bergaya cerita. Dengan cara ini akan lebih menarik dan memudahkan pembaca awam memahami isi tulisan.

“Dengan gaya penulisan cerita, sebuah gagasan serius, sebuah pergulatan pemikiran bisa diungkap dengan gaya bahasa yang sederhana sehingga bagi pembaca akan mudah memahaminya,” ucap Abdur Rozaki, peneliti Institute for Research and Empowerment yang juga dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga , Fakultas Dakwah, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam), dalam diskusi buku Kliwon : Perjalanan Seorang Saya karya Mukhotib MD di Yogyakarta, Kamis (7/10/2010).

Abdur mengungkapkan, diperkirakan jumlah pembaca buku-buku ilmiah hanya sekitar 20 persen, sisanya memilih membaca buku-buku cerita, seperti novel dan komik. Penulisan buku-buku ilmiah yang cenderung kaku dan formal, seringkali justru membatasi minat orang untuk membaca.

“Pendekatan menulis menja di sesuatu yang penting, metode penulisan penting diperhatikan penulis dengan melihat siapa pembacanya. Sebuah gagasan bila tidak dikemas dengan baik, justru akan meleset dan tidak kena sasaran,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, banyak karya ilmiah ataupun hasil penelitian, dari lembaga-lembaga swadaya masyarakat saat ini ma sih banyak ditulis secara kaku dengan banyak catatan kaki. “Padahal, segmen pembaca yang disasar adalah kelompok-kelompok marginal yang mereka dampingi sehingga menjadi sulit memahami isi tulisan. Bukan hanya pembaca yang beradaptasi dengan buku namun penulis juga beradaptasi dengan suasana batin keseharian pembaca,” tutur Abdur.

“Kelebihan dari gaya tutur bercerita seperti novel atau komik yaitu memiliki daya fleksibilitas dan kelenturan dalam menarasikan dialektika pergulatan teoritis dengan pengalaman keseharian sehingga mudah dipahami pembaca awam. Penting juga, penulis membuat tulisan pendek karena saat ini pembaca juga membutuhkan tulisan yang sekali baca langsung selesai. Sampaikan secara pendek tetapi pembaca tetap mampu menangkap ide,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s